KUBET – Banjir Rob Rendam Pantura Jawa Tengah

Banjir Rob Rendam Pantura Jawa Tengah

Banjir Rob Rendam Pantura Jawa Tengah

Pantura: Banjir air laut pasang (rob) kembali merendam sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah mengakibatkan aktivitas warga terganggu. Selain itu, warga juga diminta waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi sebagai dampak potensi cuaca ekstrem di 27 daerah Jawa Tengah Minggu, 9 Maret 2025.

Jalur Pantura Semarang-Demak kembali terendam rob dengan ketinggian hingga 50 centimeter, pada Sabtu petang, 8 Maret 2025, hingga malam. Akibatnya lalu lintas tersendat karena kendaraan baik dari arah barat maupun timur harus berjalan merambat menembus banjir, bahkan rob juga merendam pemukiman di  sejumlah daerah di Pantura seperti Demak, Semarang, Kendal, dan Pekalongan.

“Banjir rob sejak petang hingga malam cukup tinggi, selain merendam jalur Pantura di Kecamatan Sayung, Demak,  juga merendam puluhan desa sejumlah kecamatan seperti Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung,” kata Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Haris Wahyudi Ridwan, Minggu, 9 Maret 2025.

Badan Meteorologi Klimatologi dan (BMKG) Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang sebelumnya telah memberi peringatan dini banjir rob. Lantaran, dampaknya akan mengganggu aktivitas warga di pesisir Pantura Jawa Tengah seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani tambak.

“Banjir rob ini juga masih akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan setiap jam 15.00-20.00 WIB, karena  ketinggian air laut pasang di perairan utara Jawa Tengah capai satu meter,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila.

Prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Farita Rachmawati secara terpisah, pada Minggu, 9 Maret 2025, mengatakan potensi cuaca ekstrem juga masih akan berlangsung cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Solo Raya, Pantura, Pesisir Selatan Jawa Tengah. Sehingga warga diminta waspada bencana hidrometeorologi.

Berdasarkan pengamatan citra satelit cuaca pukul 05.30 WIB, cuaca ekstrem berpotensi melanda daerah di Jawa Tengah yakni Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Purwodadi, Blora, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Batang, Kajen, Magelang, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.

“Sedangkan daerah berpeluang hujan ringan-sedang di Jawa Tengah yakni Klaten, Sukoharjo, Rembang, Kendal, Pemalang, Slawi, Brebes, Surakarta, Semarang, Pekalongan dan Tegal,” ujar Farita Rachmawati.

Angin bertiup dari barat ke utara berkecepatan 5-25 kilometer per jam, ungkap Farita Rachmawati, suhu udara berkisar 19-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen, ketinggian gelombang di perairan utara 0,5-1,25 meter serta di persiapkan selatan Jawa Tengah 1,25-2,5 meter. (MI/Akhmad Safuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *